Selasa, 17 Agustus 2010

TRIK MENGHEMAT BAHAN BAKAR


Dunia semakin panas dengan semakin banyaknya zat Co2 yang dilepaskan ke angkasa. Pemanasan global pun menjadi isu yang hangat. Semua orang sibuk mengkampanyekan penghijauan dan penghematan BBM. Dengan menghemat BBm maka kita ikut mengurangi zat Co2 yang terlepas dan otomatis mengurangi kemungkinan global warming.



Nah, berikut ini wbw cuplikkan cara mudah menghemat BBM :

• Jangan memanaskan mesin terlalu lama. Hal ini sering terjadi ketika Anda bersiap untuk pergi, misalnya berangkat kerja. Sambil memanaskan mobil, terkadang Anda juga menyempatkan diri untuk melakukan aktifitas lain. Secara tidak sadar, Anda sudah memanaskan mesin cukup lama dan mengakibatkan pemborosan BBM. Memanaskan mesin mobil, sebenarnya hanya membutuhkan waktu 3 menit saja.

• Jika Anda ingin melajukan mobil lebih cepat, setelah pedal gas ditekan sedikit, langsung saja pindahkan gigi ke posisi yang lebih tinggi. Jangan tunggu sampai putaran mesin naik. Dengan melakukan hal ini saja, Anda sudah bisa menghemat konsumsi bahan bakar sebanyak 5-10 %;

• Jika Anda terpaksa menekan pedal gas cukup dalam, usahakan tidak lebih dari 80%. Manfaatkan gaya dorong mobil untuk melakukan percepatan saat Anda ingin melajukan mobil lebih cepat

• Gunakan gigi yang paling tinggi ketika Anda sedang melaju cepat di jalan tol. Dengan begitu, putaran mesin pun akan tetap rendah, dan pemakaian bahan bakar pun bisa lebih dihemat

• Jika Anda sedang melaju di jalur yang cukup lowong, misalnya di jalan tol, usahakan kecepatan mobil berada di sekitar 70 km/jam. Ini adalah kecepatan yang paling pas dan terhitung ekonomis. Jika Anda melebihi kecepatan tersebut, putaran mesin akan meninggi, dan konsumsi bahan bakar akan semakin boros

• Sebisa mungkin, lajukanlah mobil dengan kecepatan konstan. Jangan terlalu sering menekan pedal gas dan melakukan pengereman secara tiba-tiba

• Saat memperlambat atau menghentikan laju kendaraan, manfaatkanlah pengurangan kecepatan dengan mesin (engine brake). Angkat pedal perlahan, dan putaran mesin pun akan ikut berkurang.

Kamis, 05 Agustus 2010

TRIK IRIT MOTOR METIC

Saya memiliki motor matik, dan saya rasa pengguna motor matik juga mengalami hal yang sama yaitu konsumsi BBM -nya dirasa cukup boros. Adakah tips tips agar motor saya makin irit BBM ?

Itulah salah satu dari puluhan pertanyaan yang masuk ke redaksi detikOto yang menanyakan soal konsumsi motor tanpa gigi ini. Memang sejak pertama kali kemunculannya, skuter bertransmisi otomatis alias skutik selalu dianggap lebih boros dari pada motor-motor bertransmisi manual seperti motor bebek atau sport.

Namun sebenarnya ada berbagai cara untuk membuat skutik kita makin efisien meminum bahan bakar. Misalnya saja dengan cara mempraktekkan cara berkendara yang benar.

“Faktor yang paling utama irit bbm atau borosnya sebuah motor itu paling besar ditentukan oleh pengendaranya sendiri,” ujar Nur Alamsyah dari Ahass Cinere di Astra Honda Training Centre (AHTC), Sunter, Jakarta.

Lebih lanjut mekanik muda yang masuk dalam sepuluh besar Honda Indonesian Technical Skill Contest 2010 ini menuturkan kalau perilaku berkendara harus dijaga bila ingin konsumsi BBM skutik makin irit bbm.

“Jangan langsung geber saja, tapi coba diurut pelan-pelan kalau di jalan dan jaga kecepatan konstan di 30-60 km/jam, itu kecepatan paling efektif membakar bensin,” imbuhnya.

Selain itu membuat sebuah skutik menjadi irit bbm bisa juga diakali dengan mengganti settingan pilot jet dan main jet yang ada di karburator. “Ganti keduanya sama ukuran yang lebih kecil, setting juga anginnya di settingan kering,” tandasnya.

Atau cara paling mudah adalah menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Sebab prinsip dasar membuat konsumsi bahan bakar jadi irit itu adalah dengan menjadikan pembakaran motor maksimal dan sempurna, maka itu pemakaian bahan bakar beroktan tinggi cukup direkomendasikan.

“Karena kalau oktannya rendah sementara kompresi motor besar maka akan terjadi pembakaran awal yang bikin pembakaran jadi malah tidak sempurna,” paparnya.

“Nah bila masalah-masalah teknis tadi sudah dilakukan, balik lagi ke orangnya, benar enggak cara bawa motor nya,” pungkas Alamsyah.

12 Jenis Kendaraan yang Paling di Kenang

Seperti kita ketahui bahwa di tanah air ini, begitu banyak jenis roda dua dan empat yang seliweran. Namun, pastinya ada beberapa model yang paling dikenang oleh masyarakat Indonesia. Kenangan itu tentu berbagai macam, ada dari segi keunggulan, sejarah yang dimiliki kendaraan-kendaraan tersebut

Lalu model apa saja itu? Nah, berdasarkan hasil diskusi tim panel detikOto dan wejangan dari pengamat otomotif tanah air Suhari Sargo, berikut kendaraan yang paling dikenang di tanah air:

1. mobil Bemo, kendaraan ini mulai muncul di RI pada tahun 1960-an. Hingga kini kendaraan itu terus dikenang oleh masyarakat Indonesia. Dan di beberapa tempat di Jakarta seperti kawasan Bendungan Hilir, sarana transportasi ini masih terlihat.

Meski bentuknya kecil, namun keberadaan mobil Bemo sangat membantu pada waktu itu karena jasanya sebagai alat angkut masyarakat kota pada zaman dulu. mobil Bemo adalah kendaraan bantuan dari Jepang yang telah dimodifikasi hingga memenuhi syarat untuk jadi angkutan umum. mobil Bemo ini juga dikenang sebagai transportasi para atlet ketika ada Olimpiade Ganefo pada zaman Orde Lama.

“Kendaraan itu dulunya bantuan dari Jepang yang telah dimodifikasi sedikian rupa hingga jadilah angkutan umum,” kata Suhari Sargo.

2. mobil Jeep Willys: Mobil model itu berasal dari Perang Dunia II. Dipakai oleh
tentara pada tahun 50-an. Masyarakat mengingatnya karena jenis mobil tersebut sangat kuat untuk medan manapun. Tak ayal, hingga kini mobil Jeep Willys masih diincar oleh pecintanya dengan alasan untuk penampilan. Penggunanya merasa gagah bila menggunakan mobil model itu. Bahkan nama Jeep pun kadung menjadi idiom bagi mobil sejenis.

3. Mobil Oplet: Angkutan Mobil Oplet ini sebenarnya berasal dari kata Opel. Opel dulunya adalah sedan kecil. Bentuk Opel dulu tidak seperti Mobil Oplet. Opel dibelah seperempat dan menyisihkan untuk penumpang di bagian belakangnya.

Mobil Oplet makin tenar ketika muncul dalam sinetron “Si Doel Anak Betawi”, mungkin Anda ingat jasa mobil tersebut. Kini, sejarahnya seakan tidak pernah pudar dimakan masa.

4. Mobil Toyota Corolla DX dan Twin Cam: Dulu mobil ini sangat dicari-cari pecintanya karena mesin yang terbenam di balik kapnya sangat handal. Diajak kebut-kebutan pun juga oke-oke saja. Selain mesin kaki-kaki pada Mobil Toyota Corolla juga oke untuk diajak berdrifting ria. Corolla dikenalkan pada tahun 70-an oleh industri mobil Jepang.

Waktu itu Jepang berniat untuk memproduksi mobil yang relatif kecil dan murah serta handal.

Awal kemunculannya, Corolla mengadopsi mesin berkapasitas 1.000 cc yang kemudian naik jadi 1.300 cc dan hingga kini berlanjut pada mobil Toyota Corolla Altis yang tersemat teknologi mutakhir dan tak kalah jika diajak kebut-kebutan. Sayang harganya makin lama makin melonjak sesuai dengan teknologi yang disemat Toyota.

“Harga Corolla mahal itu relatif. Bagi yang cinta pasti dibeli,” tutur Suhari.

5. mobil Toyota Kijang: Tidak diragukan lagi jika image Kijang sangat melekat di hati keluarga Indonesia sejak 70-an. Bentuknya yang besar dan dapat menampung banyak orang membuat mobil Toyota Kijang sangat ideal dimiliki keluarga besar Indonesia. Terlebih pada waktu itu mobil Toyota Kijang tidak ada pesaing. Hingga kini pun Toyota Kijang sulit untuk dilupakan meski harganya naik tajam.

6. Mobil Suzuki ST 20 alias Truntung: Itulah nama sebutannya hingga kini. Kapasitas mesin sangat kecil yakni 500 cc 2 tak dan menggunakan 3 silinder. Di balik bentuknya yang mungil, Suzuki Truntung berhasil membius masyarakat Indonesia sejak 70-an. Bahan baku yang digunakan cukup kuat. Saat ini meski di jalanan kota besar tidak terlihat lagi, namun Suzuki Truntung masih banyak ditemui di daerah-daerah. Fungsi sebagai alat angkutan niaga.

7. Mobil Suzuki Carry pick up: Masyarakat memilih mobil tersebut karena pick up yang relatif murah bila dibandingkan dengan lainnya pada waktu itu. Selain murah, perawatannya juga tidak mahal. Bahkan sampai sekarang, penjualan Mobil Suzuki Carry ini masih cukup bertengger di pasar mobil nasional.

8. Mobil Isuzu Panther: Panther adalah MPV berkarakter mesin diesel dengan bahan bakar solar asal Jepang yang cukup dikenang pada 90-an hingga kini.

Mengapa? Selain irit menjadi pertimbangan utama juga sangat kuat untuk menempuh jarak jauh. Teknologinya pun sangat sederhana. Masih ingat dengan iklan “Rp 44 ribu”? Nah, Itu menjadi slogan yang paling tidak bisa dilupakan masyarakat Indonesia.

9. Mobil VW Kodok: Mobil ini seakan tidak ada matinya. Lebih dari 30 tahun VW Kodok
sulit untuk dilupakan. Sebab, Mobil VW Kodok merupakan kendaraan unik. Keunikannya pada waktu itu karena tidak menggunakan air radiator. Desainnya yang lucu membuat daya tarik tersendiri. Perawatannya pun cukup mudah.

10. Sepeda Motor Honda Astrea: Sepeda motor ini cukup handal pada zamannya. Image Sepeda Motor Honda Astrea sangat kuat waktu itu hingga melekat di hati masyarakat Indonesia. Bahkan Yamaha dan Suzuki tidak bisa menandinginya. Honda Astrea semakin kuat ketika masyarakat Indonesia menilai honda Astrea yang handal dan tahan lama. di 2010 pun mesin Astrea masih diacungi jempol.

11. Sepeda Motor Yamaha RX King : Nama “Motor Maling” seakan tidak lepas dari Sepeda Motor Yamaha RX King. Image motor tunggang 2 tak ini sangat berbinar-binar dengan ketangguhannya. Dengan sengaja Yamaha memproduksi Sepeda Motor tunggang cepat yang terjangkau. Dari segi performa, Sepeda Motor Yamaha RX King jangan diragukan.

sepeda motor Kawasaki Ninja 150 cc kala itu sanggup dilewati jika penunggangnya tidak was-was memperhatikan langkah si motor berlogo garpu tala itu.

12. sepeda motor Kawasaki Ninja: Kawasaki Ninja bisa dibilang motor sport pertama dengan harga terjangkau di 90-an. Teknologi yang diusungnya tergolong sederhana. Namun, dari segi performa sepeda motor Kawasaki Ninja jangan diremehkan. Masyarakat mengidamkan sepeda motor Kawasaki Ninja karena selain larinya kecang juga modelnya yang up to date waktu. Saat ini, Kawasaki menyediakan banyak pilihan untuk konsumen tanah air.

MENGHEMAT BENSIN DENGAN MAGNET

Pada artikel kali ini, kita akan membahas penghemat bbm magnet sebagai penghemat bbm terbaik yang saat ini banyak di cari konsumen. Penghemat bensin di pasaran kebanyakan memanfaakan kinerja magnet. Atau biasa disebut besi sembrani. Kok bisa bikin irit bbm? Jawabannya lihat komentar DR. Ir. H. Djoko Sungkono Kawano M. Eng. Sc. Beliau kepala laboratorium Bahan Bakar dan Pembakaran Dalam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Jurusan Teknik Mesin.

Prinsip kerja penghemat bbm magnet ini cukup sederhana. “Ada yang menempelkan magnet di slang bensin yang menuju karburator. Atau ada pula magnet dilubangi guna mengalirkan bahan bakar di tengahnya,” jelas Akam dari Kam Speed yang pernah mencobanya.

Mari dibuat sendiri. Lacak dulu magnet. Paling gampang di bengkel korek. Biasanya magnet bekas sepul yang dicongkel. Seperti di Kam Speed Jl. Arteri Kelapa Dua, No. 5, Jakarta Barat.

Atau ada pula di AJMS (Adi Jaya Motor Sport) di Jl. Pondok Gede, Pusat Ruko Onderdil, Bekasi. Bisa manfaatkan bekas magnet Shogun, Smash atau motor lainnya . Bebas saja.

Setelah dapat, dipotong sekitar 2 cm pakai gergaji besi. Buat sebanyak 2 potong. Setelah itu, tidak bisa langsung tempel. Tapi pelajari dulu jarak gaya tolak kutub ‘S’ (selatan) dan ‘U’ (Utara). Lihat berapa milimeter jaraknya. Ukuran itu dijadikan sebagai patokan besar diameter slang bensin.

Perlu diingat, jarak efektif menentukan diameter slang bensin. Sebab disitu terjadi imbas magnet yang mempengaruhi molekul bensin agar mudah pecah. Dan jika slang bensin kekecilan, harus diganjal supaya ukurannya sama dengan jarak efektif. Pengganjalnya bebas, boleh karet atau bekas slang lagi.

Setelah ukuran slang pas atau sudah diganjal, tempelkan dua magnet di slang bensin dekat karbu sesudah saringan. Posisinya ‘U’ menghadap ‘S’ agar saling menempel. Biar tidak jatuh, gunakan cable-tie untuk mengikatnya. Gampang dan murah meriah.

ALASAN BIKIN HEMAT BBM
Unsur kimia bensin yaitu iso oktan (C8H18) dan n-pentana (C5H12). “Medan magnet mempengaruhi kandungan karbon (C) dan hidrogen (H) dalam bensin. Hingga bisa memaksimalkan proses pembakaran dan mengurangi kadar CO2,” jelas DR. Ir. H. Djoko Sungkono Kawano M. Eng. Sc.

Tapi, “Perlu diperhatikan juga cara pasangnya,” ingat Djoko. Ada beberapa syarat yang harus dilakukan supaya medan magnet berpengaruh terhadap aliran bahan bakar di slang bensin. Pertama, slang bahan bakar harus terbuat dari bahan non metal.

Selanjutnya posisi pemasangan penghemat bbm magnet juga harus diperhatikan. Jangan dipasang melintang. Bisa ditempatkan di luar slang. “Abaikan kedua kutubnya, atur magnet secara sejajar dengan slang bahan bakar,” ujar Djoko lagi.

Terakhir, supaya tetap bisa bekerja mempengaruhi senyawa bensin. Jauhkan dari benda lain yang juga mengandung magnet

SISTEM PENDINGIN

Salah satu faktor yang mendukung panjangnya umur pakai dari mesin adalah terjaga baiknya kondisi Cooling System atau sistem pendingin mesin. Terutama untuk mesin diesel yang bekerja pada rasio kompresi yang sangat tinggi sehingga panas mesin merupakan hal yang krusial dalam kestabilan operasinya.
Salah satu faktor yang mendukung panjangnya umur pakai dari mesin adalah terjaga baiknya kondisi Cooling System atau sistem pendingin mesin. Terutama untuk mesin diesel yang bekerja pada rasio kompresi yang sangat tinggi sehingga panas mesin merupakan hal yang krusial dalam kestabilan operasinya. Seperti yang kita tahu, mesin diesel pada aplikasi otomotif memakai air sebagai medium pendingin, dimana air ditampung di dalam radiator dan dibantu oleh water pump atau pompa air sebagai perangkat pembantu sirkulasinya.

Secara garis besar komponen sistem pendingin yang utama antara lain adalah:

* Radiator sebagai penampung air sebagai medium pendingin dan perangkat pelepas panas medium pendingin.
* Waterpump atau pompa air sebagai perangkat distribusi sirkulasi medium pendingin
* Cooling fan
* Thermostat sebagai pengatur sirkulasi medium pendingin.
* Selang air sebagai pengalir sirkulasi air diluar water jacket.
* Water jacket atau alur air di dalam blok mesin sebagai jalur sirkulasi medium pendingin dalam tugasnya menjaga temperatur kerja mesin.
* Fan Shrout

Masing masing komponen sistem tersebut memiliki ketergantungan dan menjadi satu kesatuan yang utuh agar temperatur kerja mesin dapat terjaga.

Sistem sirkulasi sistem pendingin mesin dengan medium air adalah sebagai berikut. Ketika mesin baru akan dihidupkan (biasanya di pagi hari), suhu air pada radiator berkisar pada suhu ruang yaitu sekitar 23 deg.C. Ketika mesin dinyalakan, air yang berada di dalam blok mesin bersirkulasi dengan bantuan waterpump melewati selang by-pass tanpa melewati radiator. Mengapa tidak melewati radiator? Itu dikarenakan lubang air menuju radiator masih ditutup oleh termostat, sementara itu lubang by-pass yang letaknya berseberangan dengan lubang menuju radiator terbuka memungkinkan waterpump mengalirkan air yang keluar dari blok mesin untuk kembali masuk ke dalam blok mesin untuk mendinginkan silinder, oil cooler dan cylinder head. Mengapa dibuat demikian? Fase ini disebut sebagai fase pemanasan dimana air yang bersirkulasi di dalam blok mesin sengaja tidak di dinginkan agar suhu kerja mesin, berkisar di 85-90 deg.C cepat tercapai.

Ketika mesin mencapai suhu kerja, temperatur air pada sistem sirkulasi fase pendinginan pun naik hingga 85-90 deg.C. Ketika air dengan temperatur tersebut sampai ke rumah thermostat, thermostat yang oleh pabrikan di-set untuk membuka pada suhu antara 85-90 deg.C membuka, sehingga memungkinkan air dari blok mesin masuk ke radiator. Dengan membukanya thermostat, ujung dari thermostat tersebut menutup lubang by-pass yang berseberangan dengan jalur keluar air. Dengan tertutupnya lubang by-pass tersebut juga memungkinkan waterpump untuk memompa air dari dalam radiator untuk menjaga temperatur kerja dari mesin tersebut. Air yang keluar dari blok mesin masuk ke radiator untuk didinginkan dengan bantuan tiupan angin dari fan, baik mekanik maupun elektrik. Fase ini disebut fase pendinginan. Disaat mesin berkerja pada putaran rendah, suhu kerja mesin turun dari 85 deg.C, maka otomatis si thermostat kembali menutup untuk menjaga temperatur air tidak berkurang dari suhu kerja mesin, dan akan membuka kembali ketika suhu tersebut tercapai kembali. Kedua fase ini berpindah secara bergantian bergantung dari temperatur mesin itu sendiri.

Ada kesalahpahaman yang terjadi pada pengguna kendaraan yaitu melepas thermostat karena dianggap benda tersebut mengakibatkan temperatur mesin naik dari yang semestinya. Hal ini perlu dicermati karena seperti komponen mesin yang lain, thermostat pun memiliki umur pakai. Indikasi dari thermostat sudah tidak dapat bekerja secara maksimal adalah temperatur mesin naik lebih tinggi dari suhu normalnya bila dilihat dari indikator temperatur di dalam kendaraan. Mencopot thermostat bukan sebuah tindakan yang bijaksana karena dengan mengilangkan thermostat sebagai pengatur sirkulasi air di sistem pendinginan terebut, sirkulasi air akan berjalan tidak sempurna. Tanpa thermostat, fase pemanasan dan fase pendinginan tidak terjadi, dikarenakan pada temperatur mesin masih dingin, air sudah masuk ke radiator, padahal temperatur air belum perlu untuk didinginkan. Tanpa thermostat, lubang by-pass pun tidak tertutup sehingga waterpump akan memompa air dari lubang by-pass tersebut. Hal ini mengakibatkan debit air yang didesain untuk berjalan di keseluruhan waterjacket tidak tercapai. Suplai air menuju ke tempat terjauh dari waterpump terganggu karena adanya pencabangan, jalur pertama yaitu jalur bypass langsung ke kembali ke waterpump sementara jalur kedua ke waterjacket. Dengan berkurangnya debit air tersebut, pendinginan untuk silinder nomor 3 dan nomor 4 menjadi berkurang, mengakibatkan suhu pada kedua silinder ini naik dari suhu kerja optimalnya. Terlebih lagi, temperatur air yang dideteksi oleh sender/sensor temperatur air adalah air yang baru saja didinginkan oleh radiator yang secara tidak sengaja terhisap oleh waterpump karena terbukanya lubang by-pass sehingga pada panel indikator temperatur menunjukkan suhu mesin dingin sementara pada silinder 3 dan 4 tidak mendapatkan pendinginan yang cukup. Pada kondisi ekstrem, kurangnya pendinginan akan memicu pemuaian piston sehingga besar kemungkinan piston tersebut macet karena pemuaian tersebut.

Permasalahan pada cooling system dapat dicermati dengan melihat apakah fungsi masing masing komponen bekerja dengan baik. Untuk mengecek apakah thermostat masih berfungsi dengan baik dapat dengan cara melepas perangkat tersebut kemudian merebusnya di dalam panci berisi air. Ketika air mendidih, thermostat tersebut harus sudah membuka, apabila tidak artinya sudah tidak dapat dipakai lagi. Untuk waterpump, apabila terlihat ada tetesan air dari lubang dibawah as pulley, itu merupakan tanda awal bahwa waterpump tersebut mengalami kerusakan. Waterpump yang rusak tidak dapat diperbaiki, harus diganti dengan yang baru. Apabila kondisi thermostat dan waterpump dalam keadaan baik namun temperatur masih diatas normal, besar kemungkinan radiator sudah tidak berfungsi dengan baik. Untuk perbaikannya bisa dilakukan dengan bantuan tukang radiator. Kondisi clamp dari selang selang pun harus dicermati, karena apabila kerapatan clamp sudah tidak pada kondisi normal, air panas dapat keluar dari sela sela selang karetnya, lama kelamaan air akan habis sehingga mengakibatkan mesin mengalami overheating.

Sebagai tambahan dari sistem pendinginan di atas, untuk mengoptimalkan kerja cooling fan atau kipas pendingin udara dalam menjaga kestabilan suhu air di radiator, penggunaan fan shrout atau rumah kipas mutlak harus ada. Absennya fan shrout membuat hembusan udara dari fan tidak terfokus pada radiator, apalagi bila kendaraan melaju pada kecepatan tinggi. Hembusan udara dari arah bawah kendaraan dapat memecah konsentrasi udara pendingin yang ditiup oleh fan ke radiator